Keliling Kota Tua Sambil Ber-onthel Ria!

September 15, 2008 at 2:39 pm 1 komentar

Ini baru maknyos…

Kemarin seharusnya anak-anak BOY2K7 and the Banchis buka barengan di Pancious Pacific Place. Tapi tiga hari menjelang, si Arif tiba-tiba ngajakin buat ikut acara ngabuburit bareng komunitas Jelajah Budaya di Kota Tua. Akhirnya acara buka puasa bareng diputuskan untuk pindah kesana.

Ehm, sekitar jam 2 siang, gw, febri, izki, mba iin, buluk, santi, vidy, nara dan pacarnya berkumpul di Kampus tercinta Al-Azhar yang luar biasa… hahahaha… kita memutuskan untuk naik busway ke Musium Bank Mandiri, markasnya Komunitas Jelajah Budaya. Diluar dugaan, busway penuhnya naujubilah! Padahal itu hari minggu, which is biasanya sepi banget.

Acara dimulai jam setengah 4 tepat. Di tempat acara bergabung bersama kita, Arif, Cicha, Ferdi and Nalendro. Kita dibawa ke lapangan parkir Musium Bank Mandiri, tempat ratusan ojeg sepeda onthel udah menanti. Sebenernya gw agak ragu sih apa si abang-abangnya kuta ya goncengin gw? hahahhaa… tapi ternyata mereka udah biasa, jadi ya ndak masyalah… Perjalanan kita dipimpin oleh ketua panitia Mr. Kartum yang dikawal dua opsir kumpeni berbayonet lengkap. Enak juga ternyata naik speda sore-sore di Jakarta dengan udara yang mendung-mendung menggoda (hahaha).

Our first stop is Toko Merah di seberang Jl. Kali Besar. Sekilas bangunan besar dari batu bata merah ini sih biasa aja. Dua pintu kayu besarnya tertutup rapat, beberapa jendelanya juga pecah, memberikan kesan gak keurus. Padahal gedung ini sangat bersejarah. Gedung ini dibangun berdekatan dengan Stadhuis alias Balai Kota. Dibangun pada abad ke 18, gedung ini pernah menjadi kediaman dari para Gubernur Jenderal Belanda di Batavia. Dan yang lebih membuat tinggu nilai historis gedung iniadalah, disinilah ditandatanganinya perjanjian Giyanti yang memisahkan Mataram menjadi Ngayokarto Hadiningrat (Jogja) dan Surakarta Hadiningrat (Solo).

Setelah berfoto kurang lebih 10 menit, rombongan beronthel melanjutkan perjalanan ke Masjid Bandengan. Masjid ini konon merupakan Masjid pertama yang dibangun di daerah Pekojan. Dari Tour Leader kita, kita dikasih tau bahwa Pekojan itu ada singkatannya. Yaitu Perkampungan Koromandel Gujarat. Uniknya daerah Pekojan 90% dihuni oleh masyarakat keturunan Tiong Hoa. Bahkan Masjid Bandengan yang punya nama lain Masjid Kampung Baru itu dibangun di atas tanah milik seorang Kapiten China bernama Tamiem Dosol Seeng yang telah masuk Islam. Sebenernya kalau dilihat, gak ada yang istimewa dari Masjid kecil ini. Tetapi Masjid tua ini memiliki ciri khas Masjid abad 17, yaitu atap limas yang merupakan akulturasi kebudayaan Islam dan Hindu, serta adanya Stanggar Anggur. Apa tuh Stanggar Anggur? Stanggar Anggur itu cuma bisa dilihat kalau kita bediri ditengah-tengah Masjid. Stanggar Anggur adalah gantungan lampu yang adanya di tengah-tenga atap limas Masjid Bandengan. Ehm, unik juga ternyata.

Perjalanan kita berlanjut menuju Masjid Luar Batang. Mendekati Masjid yang berada di Daerah Penjaringan Jakarta Utara ini, angin laut bertiup dengan menyejukan. Setelah melalui perkampungan padat penduduk, kamu tiba di Masjid Luar Batang. Masjid ini dianggap sebagai Masjid Keramat, makanya nama resminya adalah Masjid Jami Keramat Luar Batang. Di masjid ini terdapat makam seorang ulama bernama Alhabib Husein bin Abubakar bin Abdillah Al ‘Aydrus yang meninggal pada tanggal 24 Juni 1756. Nama masjid ini diberikan sesuai dengan julukan Habib Husein,yaitu Habib Luar Batang. Beliau dijuluki demikian karena konon dahulu ketika Habib Husein dikuburkan, pada saat digotong ke “kurung batang”, tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada. Hal tersebut berlangsung sampai tiga kali. Akhirnya para jama’ah kala itu bermufakat untuk memakamkan beliau di tempatnya sekarang ini. Jadi maksudnya, keluar dari “kurung batang. Masjid inicukup istimewa. Tahun lalu Presiden SBY melaksanakan Shalat Tarawih di Masjid ini. Sebuah menara sangat tinggi juga didirikan atas prakarsa Gubernur DKI Fauzi Bowo, sebagai ungkapan syukurnya karena berhasil menjadi Gubernur.

Dari Masjid Luar Batang, Perjalanan berlanjut kesebuah jembatan yang satang terkenal. Namanya Jembatan Kota Intan. Tiruan Jembatan ini bisa dilihat di Dunia Fantasi. Jembatan Kota Intan yang merupakan jembatan gantung, dibangun pada awal abad ke 18. Awalnya diberi nama Jembatan Inggris, karena didekat Jembatan terdapat Kafe Galangan yang dikelola pemerintah Inggris. Kemudian Jembatan ini berganti nama menjadi Jembatan Pusat. Lalu karena banyaknya pedagang ayam disekitar jembatan, maka namanya berubah lagi menjadi Jembatan Pasar Ayam. Ketika Ratu Juliana bertahta, untuk menghormatinya, jembatan itu diubah namanya menjadi Jembatan Ratu Juliana. Namun akhirnya jembatan berganti nama menjadi Jembatan Kota Intan, karena adanya kastil Belanda bernama Diamond di dekat jembatan.

Tujuan terakhir kami adalah Taman Fatahilah. Semua orang pasti tau dimana letak taman ini. Ya pastinya di depan Musium Fatahilah atau Stadhuis atau Balai Kota Batavia. Taman ini ramai dikunjungi orang-orang setiap harinya, terutama pada malam minggu yang banyak didatangi muda-mudi untuk pacaran.. hahahaha.. di Taman ini ada dua buah meriam, dan sebuah air mancur yang sudah tidak difungsikan lagi. Diseberang Taman Fatahilah, terdapat Jakarta’s Most Famous Restaurant, Cafe Batavia. Di sisi Kanan Taman, terdapat Musium Tekstil yang bangunannya ajib banget. Disini rombongan cuma berhenti sebentar, untuk foto-foto. Teteup..

Gak terasa udah jam 5.30, sebentar lagi buka puasa!! Jadi kita segera menaiki speda onthel, melewati Statsiun Kota, dan akhirnya tiba di Musium Bank Mandiri, tempat kita berbuka puasa bersama abang-abang Ojeg Speda Onthel. What a great day! Can’t wait for November 29th!!

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Kande-Dinata Family Gathering! At Last! Laskar Pelangi..

1 Komentar Add your own

  • 1. patria  |  September 22, 2008 pukul 8:59 pm

    Wah wah… benar2 acara yg menyenangkan sekaligus bisa memberi apresiasi buat tradisi Indonesia.. btw, kayaknya tulisannya bagus buat dimasukin majalah tuh…
    wass..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


September 2008
S S R K J S M
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d blogger menyukai ini: