Selamat Idul Fitri!

September 30, 2008 at 12:08 pm 1 komentar

Laskar Pelangi..

Gw baca buku Laskar Pelangi udah cukup lama. Seperti biasa, awalnya skeptis dan ternyata buku itu bagus banget!

Hari ini gw nonton Laskar Pelangi. Biasanya novel yang difilmin jadinya jelek! Tapi untuk Laskar Pelangi, hal ini gak berlaku. Laskar Pelangi mampu membuat gw tertawa terbahak-bahak, terkagum-kagum, dan bahkan berkaca-kaca.

Sebelum nulis blog ini, gw baru nonton di youtube rekaman Laskar Pelangi di Kick Andy yang gw puter berulang-ulang.

Gw gak bisa nulis apa-apa tentang Laskar Pelangi. Keindahan, kejujuran, keikhlasan, ketulusan, kegigihan dan segala sesuatu yang ada di Laskar Pelangi, susah buat dikomentari.

Tulisan ini dibuat hanya untuk menunjukan rasa terimakasih gw kepada Pak Harfan yang begitu bijaksana, Ibu Muslimah yang tulus dan gigih, serta anak-anak Laskar Pelangi yang memberikan inspirasi kepada ribuan orang melalui kisah yang tak tertandingi…

September 26, 2008 at 12:16 am 1 komentar

Keliling Kota Tua Sambil Ber-onthel Ria!

Ini baru maknyos…

Kemarin seharusnya anak-anak BOY2K7 and the Banchis buka barengan di Pancious Pacific Place. Tapi tiga hari menjelang, si Arif tiba-tiba ngajakin buat ikut acara ngabuburit bareng komunitas Jelajah Budaya di Kota Tua. Akhirnya acara buka puasa bareng diputuskan untuk pindah kesana.

Ehm, sekitar jam 2 siang, gw, febri, izki, mba iin, buluk, santi, vidy, nara dan pacarnya berkumpul di Kampus tercinta Al-Azhar yang luar biasa… hahahaha… kita memutuskan untuk naik busway ke Musium Bank Mandiri, markasnya Komunitas Jelajah Budaya. Diluar dugaan, busway penuhnya naujubilah! Padahal itu hari minggu, which is biasanya sepi banget.

Acara dimulai jam setengah 4 tepat. Di tempat acara bergabung bersama kita, Arif, Cicha, Ferdi and Nalendro. Kita dibawa ke lapangan parkir Musium Bank Mandiri, tempat ratusan ojeg sepeda onthel udah menanti. Sebenernya gw agak ragu sih apa si abang-abangnya kuta ya goncengin gw? hahahhaa… tapi ternyata mereka udah biasa, jadi ya ndak masyalah… Perjalanan kita dipimpin oleh ketua panitia Mr. Kartum yang dikawal dua opsir kumpeni berbayonet lengkap. Enak juga ternyata naik speda sore-sore di Jakarta dengan udara yang mendung-mendung menggoda (hahaha).

Our first stop is Toko Merah di seberang Jl. Kali Besar. Sekilas bangunan besar dari batu bata merah ini sih biasa aja. Dua pintu kayu besarnya tertutup rapat, beberapa jendelanya juga pecah, memberikan kesan gak keurus. Padahal gedung ini sangat bersejarah. Gedung ini dibangun berdekatan dengan Stadhuis alias Balai Kota. Dibangun pada abad ke 18, gedung ini pernah menjadi kediaman dari para Gubernur Jenderal Belanda di Batavia. Dan yang lebih membuat tinggu nilai historis gedung iniadalah, disinilah ditandatanganinya perjanjian Giyanti yang memisahkan Mataram menjadi Ngayokarto Hadiningrat (Jogja) dan Surakarta Hadiningrat (Solo).

Setelah berfoto kurang lebih 10 menit, rombongan beronthel melanjutkan perjalanan ke Masjid Bandengan. Masjid ini konon merupakan Masjid pertama yang dibangun di daerah Pekojan. Dari Tour Leader kita, kita dikasih tau bahwa Pekojan itu ada singkatannya. Yaitu Perkampungan Koromandel Gujarat. Uniknya daerah Pekojan 90% dihuni oleh masyarakat keturunan Tiong Hoa. Bahkan Masjid Bandengan yang punya nama lain Masjid Kampung Baru itu dibangun di atas tanah milik seorang Kapiten China bernama Tamiem Dosol Seeng yang telah masuk Islam. Sebenernya kalau dilihat, gak ada yang istimewa dari Masjid kecil ini. Tetapi Masjid tua ini memiliki ciri khas Masjid abad 17, yaitu atap limas yang merupakan akulturasi kebudayaan Islam dan Hindu, serta adanya Stanggar Anggur. Apa tuh Stanggar Anggur? Stanggar Anggur itu cuma bisa dilihat kalau kita bediri ditengah-tengah Masjid. Stanggar Anggur adalah gantungan lampu yang adanya di tengah-tenga atap limas Masjid Bandengan. Ehm, unik juga ternyata.

Perjalanan kita berlanjut menuju Masjid Luar Batang. Mendekati Masjid yang berada di Daerah Penjaringan Jakarta Utara ini, angin laut bertiup dengan menyejukan. Setelah melalui perkampungan padat penduduk, kamu tiba di Masjid Luar Batang. Masjid ini dianggap sebagai Masjid Keramat, makanya nama resminya adalah Masjid Jami Keramat Luar Batang. Di masjid ini terdapat makam seorang ulama bernama Alhabib Husein bin Abubakar bin Abdillah Al ‘Aydrus yang meninggal pada tanggal 24 Juni 1756. Nama masjid ini diberikan sesuai dengan julukan Habib Husein,yaitu Habib Luar Batang. Beliau dijuluki demikian karena konon dahulu ketika Habib Husein dikuburkan, pada saat digotong ke “kurung batang”, tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada. Hal tersebut berlangsung sampai tiga kali. Akhirnya para jama’ah kala itu bermufakat untuk memakamkan beliau di tempatnya sekarang ini. Jadi maksudnya, keluar dari “kurung batang. Masjid inicukup istimewa. Tahun lalu Presiden SBY melaksanakan Shalat Tarawih di Masjid ini. Sebuah menara sangat tinggi juga didirikan atas prakarsa Gubernur DKI Fauzi Bowo, sebagai ungkapan syukurnya karena berhasil menjadi Gubernur.

Dari Masjid Luar Batang, Perjalanan berlanjut kesebuah jembatan yang satang terkenal. Namanya Jembatan Kota Intan. Tiruan Jembatan ini bisa dilihat di Dunia Fantasi. Jembatan Kota Intan yang merupakan jembatan gantung, dibangun pada awal abad ke 18. Awalnya diberi nama Jembatan Inggris, karena didekat Jembatan terdapat Kafe Galangan yang dikelola pemerintah Inggris. Kemudian Jembatan ini berganti nama menjadi Jembatan Pusat. Lalu karena banyaknya pedagang ayam disekitar jembatan, maka namanya berubah lagi menjadi Jembatan Pasar Ayam. Ketika Ratu Juliana bertahta, untuk menghormatinya, jembatan itu diubah namanya menjadi Jembatan Ratu Juliana. Namun akhirnya jembatan berganti nama menjadi Jembatan Kota Intan, karena adanya kastil Belanda bernama Diamond di dekat jembatan.

Tujuan terakhir kami adalah Taman Fatahilah. Semua orang pasti tau dimana letak taman ini. Ya pastinya di depan Musium Fatahilah atau Stadhuis atau Balai Kota Batavia. Taman ini ramai dikunjungi orang-orang setiap harinya, terutama pada malam minggu yang banyak didatangi muda-mudi untuk pacaran.. hahahaha.. di Taman ini ada dua buah meriam, dan sebuah air mancur yang sudah tidak difungsikan lagi. Diseberang Taman Fatahilah, terdapat Jakarta’s Most Famous Restaurant, Cafe Batavia. Di sisi Kanan Taman, terdapat Musium Tekstil yang bangunannya ajib banget. Disini rombongan cuma berhenti sebentar, untuk foto-foto. Teteup..

Gak terasa udah jam 5.30, sebentar lagi buka puasa!! Jadi kita segera menaiki speda onthel, melewati Statsiun Kota, dan akhirnya tiba di Musium Bank Mandiri, tempat kita berbuka puasa bersama abang-abang Ojeg Speda Onthel. What a great day! Can’t wait for November 29th!!

September 15, 2008 at 2:39 pm 1 komentar

Kande-Dinata Family Gathering! At Last!

Saia senang sekali hari ini…

Dari dua minggu yang lalu, gw dan keluarga merencanakan untuk bikin acara Buka Puasa Bersama yang ngegabungin dua keluarga besar. Kande and Dinata. FYI, Kande itu nama keluarga besar Nyokap dan Dinata adalah keluarga besar Bokap. Dan terakhir kali dua keluarga besar ini ngumpul jadi satu, ya pas

kawinan Bokap Nyokap gw! Wich is waktu gw blom lahir!! Hahahahaha… Well akhirnya kita merencanakan hari ini sebaik mungkin, dan memanfaatkannya dengan bikin foto keluarga besar, dengan dress code: Putih!

Awal minggu kemarin kita sempet khawatir, karena cuaca mendung terus dan beberapa kali ujan. Kalo sampe ujan pas hari H, bubar semua acaranya. Karena Foto Keluarga bakal diadain di halaman depan rumah gw. Tapi Alhmadulillah hari ini gak ujan sama sekali, dan udaranya juga enak, gak begitu panas.

Dari pagi tadi gw udah sibuk banget. Nata meja, beli kembang, ngatur bangku…

Huaaahhh untung gw masih bisa bertahan puasa… Tapi kerja keras gw itu terbayar lunas pas ngeliat satu persatu anggota keluarga gw dateng. Senangnya… Meskipun beberapa orang gak bisa dateng karena satu dan lain hal, tapi hari ini sekitar 70 orang anggota keluarga besar

Kande-Dinata berkumpul dengan gembira, penuh rasa syukur, dan akhirnya punya foto keluarga besar.

Hahahaha…

Well, anyway, banyak yang perlu disyukuri atas hari ini. Selain gak ujan danberhasil ngumpulin orang-orang ini jadi satu, hari ini gw punya baju baru.

Hahahaha.. senangnya… ALLAH is SO GOOD

to me!!

Huaaahhh… sekarang saia mengantuk… tidur dulu ya kawan! Semoga keluargamu seindah keluargaku… Hahahaha…

September 13, 2008 at 11:04 pm 1 komentar

JODHAA AKBAR! BEST INDIAN MOVIE I EVER WATCH!

WAAAAKKK… gw gak pernah nyangka kalo gw bakal nulis tentang film INDIA!!!

Well, jujur gw hampir selalu skeptis tiap kali liat film India. Maklum, film India di Indonesia hampir identik dengan dangdut yang selalu dihubungkan sama masyarakat golongan menengah ke bawah. Eh, bukan maksudnya gw golongan kelas atas, tapi ya pokoknya gitulah! hehehehe…

Tapi keskeptisan gw berubah hari ini. Hohoho…

Jadi gini ceritanya. Kemaren sore gw beli dvd di tempat langganan gw. Trus di rak new release ada film sebuah film India. Judulnya JODHAA AKBAR. Ehm, sebenernya gw kurang begitu tertarik. Tapi karena pemainnya Aishwarya Rai dan itu epic movie. Jadi akhirnya gw beli!

Dan hari ini gw tonton. Bener aja ya. Meski bahasanya India, tapi film itu berhasil membuat gw gak keluar kamar selama 3 jam lebih!!! KEREEENNN PARAH!!! Mungkin kalo dibandingin sama film Holywood, film ini bisa setara sama Troy! Epic Movie bermodal gede dengan figuran banyak gila!! Dan detailnya oke banget!

Plot ceritanya juga berdasarkan kisah nyata tentang Shah Jalaludin Muhammad Akbar, seorang Shah atau Emperor dari Kerajaan Mughal di India yang sangat terkenal. Jalaludin juga kakek dari pendiri Taj Mahal, Shah Jahan. Nah di film ini, Shah Jalal ceritanya punya cita-cita untuk menyatukan India dalam Kerajaan Hindustan, tapi ditentang karena Mughal aslinya dari Persia dan beragama Islam. Tapi ada sebuah kerajaan namanya Amer, yang Raja-nya cukup bijak dan bersedia bergabung dengan Hindustan, dengan syarat Shah Jalal mau menikah dengan anaknya Rajkumari Jodhaa.

Nah film ini menceritakan tentang kisah cinta beda agama, dan kebudayan. Gimana si Jodhaa harus tinggal di benteng Agra yang notabene semuanya Islam. Walaupun dia tetep diizinkan untuk menyembah Dewa Khrisna. Film ini juga berhasil menggambarkan kemegahan Kerajaan-Kerajaan India, terutama Kerajaan Mughal yang super terkenal dengan benteng Agranya.

So, gw sangat menyarankan bagi yang suka sejarah, epic movie, film berbudget besar, film-film colosal, film romantis tapi gak gombal, dan tentunya Bollywood fans, WATCH THIS MOVIE!!! Buat yang masih skeptis, nonton dulu film ini, and let see what do you guys think about it!!

September 12, 2008 at 11:43 pm 1 komentar

One great poem!

About two months ago, a good friend of mine in Malaysia gave me this amazing Invitation to Understanding Islam. But I just read it two minutes ago, and I was amazed by one brochure with a poem in it. And I thought I should share it with everybody.. so here it is…


Too Late For Tears
Adapted by Dr. Y. Mansoor Marican, PH.D


Death knocked on

a bedroom door.


“Who is there?”

The sleeping one cried.


“I’m Angel Izrael, let me inside.”


At once, the man began to shiver

as one sweating in deadly fever.


He shouted to his wife,

“Don’t let the Angel take my life.”


“O Angel of Death,

I’m not ready yet.


My family, on me depend,

give me a chance to go back and mend.”


The Angel knocked again.


“O man, It’s your soul that i require,

I come not with my own desire.”


Bewildered, the man began to cry:

“O Angel, I’m so afraid to die.”


“Let me remain here as your slave,

don’t send me to the grave.”


“Let me in, O man”, the Angel said.

“Open the door, get up from your bed,

You can’t stop me from coming in,

Angels can go through objects thick and thin.”


The man held a gun in his right hand,

ready to defy the Angel’s stand.


“I’ll point my gud towards your head

You dare come in – I’ll shoot you dead.


By now the Angel was in the room,

Saying, “O man, prepare for your doom,

foolish man – Angel never die,

Put down your gun and do not sigh.”


“Why are you afraid – tell me O man

To die according to Allah’s plan?”


“O Angel, I bow my head in shame,

I had no time to remember Allah’s name.


From dawn till dusk, I made my wealth,

Not even caring for my spiritual health.


Allah’s commands I never obeyed,

Nor five times a day I ever prayed.


A Ramadhan came an Ramadhan went,

But no time had I to repent.


The Hajj was already obligatory upon me,

But I would not part with my money.


All Chareties I did Ignore,

Taking usury more and more.


Sometimes I sipped my favorite wine,

With flirting women I sat to dine.


O Angel I appeal to you,

Spare my life for a year or two.


The laws of The Qur’an, I will obey,

I’ll began Salat this very day.


My Fast and Hajj I will complete,

and keep away from self-conceit.


I will refrain from usury,

and give all my wealth to charity


Wine and unlawful women, I will detest,

Allah’s oneness I will attest.”


“We Angels do what Allah demands,

We cannot go against His Commands.


Death is ordained for everyone,

Father, mother, daughter and son.


I’m afraid, this moment is your last,

now be reminded of your past.


I do understand your fears,

But it is now too late for tears.


You lived in this world,

Two score or more,

Your parents you did not obey,

Hungry beggars, you turned away.


Your two ill-mannered, female offspring,

In nightclubs, for livelihood they sing.

Instead of making more Muslims,

You made your children non-Muslims.


You ignored the Adzan,

Nor did you recite The Holy Qur’an.

Breaking promises all you life,

backbiting friends and causing strife.


From hoarded goods, great profit you made,

And your poor workers, you underpaid.


Horses and cards were you leisure,

Money-making was your pleasure.


You ate and ate and grew more fat,

With the very sick, you never sat.


A little donation, you never gave

That could a little baby save.


You thought you cleaver and strong,

But O Man, you’ve done enough wrong.


Paradise for you? I cannot tell,

the disbeliever will dwell in hell.


There is no time for you to repent,

I’ll take your soul for which I am sent.”

Isn’t that great??? Well anyway I need to sleep now! Thank’s for Afiq and Tante Ida in Shah Alam (Malaysia) for giving me these brochures. GBU.

September 10, 2008 at 4:30 am 1 komentar

Welcome!!!

Saudara-saudara dimana pun kalian berada…

Saia cuma ingin mengucapkan selamat datang di kamar saia…

Kamar ini bukan tempat bagi orang-orang yang terlalu serius, terlalu ambisius, terlalu terfokus…

Tapi kamar ini adalah tempat bagi siapa-siapa yang ceria, bahagia, agak gila boleh juga…

Well… Sekali lagi selamat datang semuanya…

OO
L
‘–‘

September 9, 2008 at 2:45 am 3 komentar


Pos-pos Terakhir

Agustus 2014
S S R K J S M
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.